Malam ini kita saling membisu. Namun tanganmu melingkar di pinggang ku. Kurasakan hangat di sekujur tubuhku. Terasa nafas yang memburu. Jantung berdegup tak menentu. Aku tak tau apakah itu suara jantungku atau jantungmu. Apa kita berdua saling hanyut dalam cinta yang menggebu.
Disampingku, kau rebahkan tubuhmu. Seketika aroma tubuh menyeruak masuk ke hidungku. Ku buka mataku. Entah mengapa, aku selalu suka memandangi wajahmu yang sedang terlelap itu. Karena dengan itu mungkin aku merasa memilikimu. Tapi semua itu nyatanya semu.
Aku tak pernah benar-benar tahu perasaanmu. Aku hanya termenung dalam anganku. Terbuai dalam mimpi, yang membawa harapku terlalu jauh. Perlahan menambah luka yang tak pernah sembuh.
Ku tak pernah mengerti sosok dirimu. Ibarat angin, kau berhembus ke arah yang tak pernah ku tahu. Tapi aku selalu ingin mengikuti ke mana arah yang kau tempuh. Mengikuti arah mata angin yang tak menentu. Karena aku ingin tetap bersamamu.
Tiap kali ku tersadar dalam lamunanku. Aku sebenarnya tak pernah benar-benar memilikimu. Kau memang ada bersamaku. Tapi aku tak tahu sedang berada dimana hatimu itu. Semua perlakuanmu yang manis itu, aku selalu mempertanyakan. Pernahkah kau merindukanku? Mengingat waktu dimana tatapan kita saling bertemu? Sebenarnya adakah ku dihatimu? Selalu tentang pertanyaan itu, yang selalu membuatku meragu.
Kau mengunci hatimu terlalu rapat. Menutupnya terlalu cepat. Adakah seseorang telah berdiam disana? Apa kau memang sengaja menyimpannya? Membiarkannya bersemayam di hatimu begitu lama. Sehingga tak mengizinkan seorang pun untuk membukanya? Sampai sekarang aku tak pernah tahu alasannya.
Yang aku tahu, saat ini kau ada bersamaku. Dalam status yang tak pernah dijelaskan. Di atas sebuah perasaan yang selalu dipertanyakan. Tentang cinta yang kerap kali bimbang dalam keraguan.
Aku tak peduli, tak lagi mau peduli. Entah siapa yang ada di hatimu. Jika memang bukan aku, maka biarkan aku tetap menanti. Andai kau tak bisa mencintai, izinkan untuk tetap seperti ini. Aku tak minta dicintai, hanya berharap kau tidak pergi.
Untukmu, yang hatinya tak pernah bisa ku milikki, bisakah tetap disini? Aku hanya ingin menikmati keberadaanmu. Mengenang tiap waktu bersamamu. Karena aku tak pernah tau, sampai kapan waktu mengizinkanku untuk bisa disampingmu.
Tentang waktu, aku tak pernah tau. Sejauh ini, ia telah membawaku ke dalam perasaan yang tak menentu. Aku hanya bisa menunggu. Membiarkan waktu perlahan menghentikan langkahku. Tapi selama itu, biarkan aku mencintaimu. Memilikimu dalam semu.
Wednesday, September 17, 2014
Sunday, September 14, 2014
Andai Kau Tau
Ada sesuatu yang berbeda. Ketika kulihat sosok dirimu. Tatap matamu itu seolah menghanyutkanku. Membawaku pada perasaan yang menggebu. Adakah yang salah denganku?
Lagi-lagi aku merasakan ada yang berbeda. Perasaan bahagia hadir, ketika kau dan aku bersama. Entah mengapa, kau berhasil membuat aku kecanduan untuk bisa terus bertemu, atau bahkan hanya sekedar melihat sosok dirimu.
Semakin hari kau dan aku semakin dekat. Sejauh ini kita dekat, sedekat ini aku merasa tak ingin jauh. Di atas hubungan yang dikatakan sahabat, nyatanya aku merasa ada yang berbeda. Aku mulai menyadari bahwa ada yang begejolak di dada.
Dirimu sekarang ini menjadi sesuatu yang mudah sekali kurindu. Sikapmu yang kerap kali menjengkelkanku. Segala macam bentuk keisenganmu yang cukup mengesalkan itu. Tawa yang menjadi ciri khasmu. Bahkan bau parfummu, juga aroma tubuhmu. Semua itu membiusku. Membuatku semakin terlena pada sebuah perasaan yang membuatku ragu. Mungkinkah aku mencintaimu?
Namun hari berikutnya, aku mulai tahu. Bahwa mungkin aku memang telah jatuh cinta padamu. Berkali menampik, justru semakin besar rasa sayang itu. Mungkin aku tak tahu banyak tentangmu. Yang aku tahu, kamu masih menutup pintu hatimu itu. Kau masih mencintai seseorang di masa lalumu. Lalu bagaimana denganku?
Aku tak mau terlalu berharap. Bagiku mencintaimu seperti ini pun cukup. Tapi terkadang semua itu menjadi bualan belaka. Nyatanya aku masih bertanya-tanya. Apakah kau memiliki rasa yang sama?
Kau sosok yang hatinya sulit sekali ku baca. Segala bentuk sikap dan perilakumu terhadapku? Apa selama ini aku salah mengartikan semua itu? Ah, entahlah. Kau membuatku semakin ragu.
Haruskah aku bertanya padamu tentang itu? Lalu jawaban apa yang sebenarnya kuinginkan darimu?
Apa yang ku harapkan? Menanti sebuah kepastian?
Namun aku mengurungkan niatku. Rasanya aku belum siap mendengar jawabanmu. Atau mungkin aku terlalu takut rasa sakit akan menyiksaku.
Bukankah memendam perasaan seperti ini akan lebih sakit? Mencintai seseorang, dan orang itu tak pernah tahu. Tapi hanya dengan cara inilah aku tetap bisa bersamamu. Menantimu, ya meski engkau tak tahu. Tapi aku bahagia bisa mencintaimu. Ya, andai kau tahu itu.
Lagi-lagi aku merasakan ada yang berbeda. Perasaan bahagia hadir, ketika kau dan aku bersama. Entah mengapa, kau berhasil membuat aku kecanduan untuk bisa terus bertemu, atau bahkan hanya sekedar melihat sosok dirimu.
Semakin hari kau dan aku semakin dekat. Sejauh ini kita dekat, sedekat ini aku merasa tak ingin jauh. Di atas hubungan yang dikatakan sahabat, nyatanya aku merasa ada yang berbeda. Aku mulai menyadari bahwa ada yang begejolak di dada.
Dirimu sekarang ini menjadi sesuatu yang mudah sekali kurindu. Sikapmu yang kerap kali menjengkelkanku. Segala macam bentuk keisenganmu yang cukup mengesalkan itu. Tawa yang menjadi ciri khasmu. Bahkan bau parfummu, juga aroma tubuhmu. Semua itu membiusku. Membuatku semakin terlena pada sebuah perasaan yang membuatku ragu. Mungkinkah aku mencintaimu?
Namun hari berikutnya, aku mulai tahu. Bahwa mungkin aku memang telah jatuh cinta padamu. Berkali menampik, justru semakin besar rasa sayang itu. Mungkin aku tak tahu banyak tentangmu. Yang aku tahu, kamu masih menutup pintu hatimu itu. Kau masih mencintai seseorang di masa lalumu. Lalu bagaimana denganku?
Aku tak mau terlalu berharap. Bagiku mencintaimu seperti ini pun cukup. Tapi terkadang semua itu menjadi bualan belaka. Nyatanya aku masih bertanya-tanya. Apakah kau memiliki rasa yang sama?
Kau sosok yang hatinya sulit sekali ku baca. Segala bentuk sikap dan perilakumu terhadapku? Apa selama ini aku salah mengartikan semua itu? Ah, entahlah. Kau membuatku semakin ragu.
Haruskah aku bertanya padamu tentang itu? Lalu jawaban apa yang sebenarnya kuinginkan darimu?
Apa yang ku harapkan? Menanti sebuah kepastian?
Namun aku mengurungkan niatku. Rasanya aku belum siap mendengar jawabanmu. Atau mungkin aku terlalu takut rasa sakit akan menyiksaku.
Bukankah memendam perasaan seperti ini akan lebih sakit? Mencintai seseorang, dan orang itu tak pernah tahu. Tapi hanya dengan cara inilah aku tetap bisa bersamamu. Menantimu, ya meski engkau tak tahu. Tapi aku bahagia bisa mencintaimu. Ya, andai kau tahu itu.
Tuesday, June 24, 2014
Bahagia Kita Berbeda
Bagaimana kau dan aku bisa saling mencinta, jika ternyata salah satu dari kita punya cinta yang bukan kita.
Bagaimana kau dan aku bisa bersama, jika ternyata aku lah yang berada di tengah kalian berdua.
Bagaimana kau dan aku bisa bahagia, jika ternyata cinta itu hanya tentang kau dan dia.
Bahagia kita berbeda, takkan sama.
Ketika ku merasa kau ditakdirkan untukku, tapi ternyata aku lupa bahwa ada takdir lain yang dihadirkan untukmu.
Mungkin kau orang yang tepat bagiku, tapi nampaknya ada orang yang lebih tepat untukmu.
Saat ku mulai menjatuhkan pilihan padamu, tapi kau memilih orang lain yang bukan aku.
Tapi mungkin memang baiknya seperti itu.
Bahagia kita berbeda, takkan sama. Tak mungkin bersama.
Tapi bolehkah aku meminta,
Bolehkah kau tetap disisiku saja.
Tak peduli adanya dia, tak peduli siapa yang kau cinta, tak peduli akan seperti apa.
Bahagialah dengan ia yang kau cinta.
Yang ku tahu, aku cukup bahagia dengan melihat kau bahagia.
Luka pasti ada, tapi mungkin ini caraku bahagia.
Sekali lagi, bahagia kita berbeda.
Tapi biarkan tetap seperti ini saja, cukup begini saja.
Friday, May 16, 2014
Luka Butuh Cinta
Mungkin kita sama-sama pernah terluka
Menahan sakit untuk beberapa lama
Perlahan mencoba mengobati hati meski perih kian terasa
Dan akhirnya menyadari semua mungkin sia-sia
Aku ataupun kamu
Kita mungkin punya luka yang sama
Hanya bisa berharap pada waktu
Bahwa nantinya akan mengembalikan kepingan hati utuh seperti semula
Aku menyembuhkan lukamu
Ataukah kamu menyembuhkan lukaku
Kita saling membutukan untuk sekedar menyembuhkan luka lama
Menjaga masing-masing dari kita agar tidak kembali terluka
Tapi apakah keberadaan masing-masing dari kita hanyalah menjadi obat penawar hati yang terluka?
Jika kelak luka itu telah sembuh dan masing-masing dari kita tak lagi membutuhkan atau meninggalkan satu dengan lainnya
Apakah benar tidak lagi ada yg terluka?
Memikirkan ini saja rasanya aku sudah kembali terluka
Ada rasa perih yang kembali menyapa
Apakah kita benar" telah jatuh cinta?
Karena luka mungkin kita tak percaya cinta
Sebelum cinta itu hadir lg kepada kita
Bahkan kini ia datang tanpa sempat terbaca
Dan ia lah yg perlahan membasuh luka
Aku membutuhkanmu
Bukan sekedar untuk penyembuh lukaku
Tapi lebih dari itu
Karena aku mencintaimu
Kita adalah jiwa-jiwa yang pernah terluka
Masa laluku, ataupun masa lalumu simpan saja
Biar itu menjadi bagian dari cerita
Dan kini cerita itu telah mengantarkan kita kepada cinta
Karena kita telah paham akan jiwa yg terluka
Bisakah kita saling percaya dan menjaga
Berjanji takan menggores luka
Karena itu cinta, aku percaya
Bahwa aku, kamu, kita bisa melewati luka, duka dan suka bersama
Menahan sakit untuk beberapa lama
Perlahan mencoba mengobati hati meski perih kian terasa
Dan akhirnya menyadari semua mungkin sia-sia
Aku ataupun kamu
Kita mungkin punya luka yang sama
Hanya bisa berharap pada waktu
Bahwa nantinya akan mengembalikan kepingan hati utuh seperti semula
Aku menyembuhkan lukamu
Ataukah kamu menyembuhkan lukaku
Kita saling membutukan untuk sekedar menyembuhkan luka lama
Menjaga masing-masing dari kita agar tidak kembali terluka
Tapi apakah keberadaan masing-masing dari kita hanyalah menjadi obat penawar hati yang terluka?
Jika kelak luka itu telah sembuh dan masing-masing dari kita tak lagi membutuhkan atau meninggalkan satu dengan lainnya
Apakah benar tidak lagi ada yg terluka?
Memikirkan ini saja rasanya aku sudah kembali terluka
Ada rasa perih yang kembali menyapa
Apakah kita benar" telah jatuh cinta?
Karena luka mungkin kita tak percaya cinta
Sebelum cinta itu hadir lg kepada kita
Bahkan kini ia datang tanpa sempat terbaca
Dan ia lah yg perlahan membasuh luka
Aku membutuhkanmu
Bukan sekedar untuk penyembuh lukaku
Tapi lebih dari itu
Karena aku mencintaimu
Kita adalah jiwa-jiwa yang pernah terluka
Masa laluku, ataupun masa lalumu simpan saja
Biar itu menjadi bagian dari cerita
Dan kini cerita itu telah mengantarkan kita kepada cinta
Karena kita telah paham akan jiwa yg terluka
Bisakah kita saling percaya dan menjaga
Berjanji takan menggores luka
Karena itu cinta, aku percaya
Bahwa aku, kamu, kita bisa melewati luka, duka dan suka bersama
Friday, February 8, 2013
Perubahan
Di dunia ini tidak ada yg tetap, semuanya akan mengalami perubahan. Sebenarnya banyak sekali yg menginginkan perubahan. Namun banyak pula yg tidak bisa menerima perubahan.
Memang terkadang yg diinginkan bisa saja tak sesuai harapan. Dan yg didapat justru bukanlah yg diinginkan.
Di setiap perubahan pun akan mempengaruhi perubahan yg lainnya. Perubahan selalu terkait dengan waktu.
Tapi benarkah waktu lah yg membuat perubahan? Mungkin saja
Tapi yg masih dipertanyakan, bisakah perubahan itu terjadi pada waktu yg diinginkan?
Entahlah, namun yg pasti perubahan itu adalah sebuah proses, proses itu pasti memerlukan waktu.
Perubahan itu pasti datang, maka tak perlu memintanya datang. Tak bisa diperkirakan dan ditentukan, apalagi dipaksakan. Dan apapun yg telah berubah tak pernah akan kembali ke bentuk semula. Ya karena perubahan tidak akan berubah. Jangan pula menginginkan perubahan bila belum siap menerimanya. Karena ketika perubahan itu datang maka tak ada lg alasan untuk bisa menolaknya.
Dan selamanya perubahan akan terus ada. Hanya perubahan itu lah yg bisa merubah semua.
Memang terkadang yg diinginkan bisa saja tak sesuai harapan. Dan yg didapat justru bukanlah yg diinginkan.
Di setiap perubahan pun akan mempengaruhi perubahan yg lainnya. Perubahan selalu terkait dengan waktu.
Tapi benarkah waktu lah yg membuat perubahan? Mungkin saja
Tapi yg masih dipertanyakan, bisakah perubahan itu terjadi pada waktu yg diinginkan?
Entahlah, namun yg pasti perubahan itu adalah sebuah proses, proses itu pasti memerlukan waktu.
Perubahan itu pasti datang, maka tak perlu memintanya datang. Tak bisa diperkirakan dan ditentukan, apalagi dipaksakan. Dan apapun yg telah berubah tak pernah akan kembali ke bentuk semula. Ya karena perubahan tidak akan berubah. Jangan pula menginginkan perubahan bila belum siap menerimanya. Karena ketika perubahan itu datang maka tak ada lg alasan untuk bisa menolaknya.
Dan selamanya perubahan akan terus ada. Hanya perubahan itu lah yg bisa merubah semua.
Sunday, January 13, 2013
TRUE or FALSE
Entah sejak kapan, tak pernah ku tahu, atau aku tak ingin tahu. Sebenarnya kenapa?
Rasanya aku tahu jawabannya, namun aku tak mampu menjawab. Mungkin bukan tidak mampu, tapi aku justru takut jawabanku itu benar. Tapi apa yg salah dari sebuah kebenaran? Bukankah selama ini kebenaran itu yg aku cari. Lalu kenapa sekarang aku takut jika itu benar?
Namun apakah kebenaran itu selalu benar?
Kali ini aku justru berharap kebenaran itu salah. Lalu untuk apa selama ini aku mencari kebenaran itu? Apa yg sebenarnya aku inginkan dari kebenaran itu?
Lagi lagi aku mengerti jawabannya, tapi aku tak bisa menjawab.
Aku telah melihat sebuah kesalahan, dan kini aku menemukan kebenaran dari kesalahan itu.
Aku semakin tak mengerti. Aku telah terluka karena adanya kesalahan, namun aku kini lebih terluka setelah mengetahui kebenaran.
Lalu haruskah aku kembali melakukan kesalahan dengan menutupi sebuah kebenaran?
Tapi dengan begitu bukankah itu justru menambah luka?
Dan lagi lagi aku sangat paham jawabannya, tapi aku tak akan pernah dapat menjawab.
Siapakah yg salah dan siapakah yg benar?
Namun kali ini aku dapat menjawab " TAK ADA"
Hanya itu! Dan akan terus seperti itu.
Rasanya aku tahu jawabannya, namun aku tak mampu menjawab. Mungkin bukan tidak mampu, tapi aku justru takut jawabanku itu benar. Tapi apa yg salah dari sebuah kebenaran? Bukankah selama ini kebenaran itu yg aku cari. Lalu kenapa sekarang aku takut jika itu benar?
Namun apakah kebenaran itu selalu benar?
Kali ini aku justru berharap kebenaran itu salah. Lalu untuk apa selama ini aku mencari kebenaran itu? Apa yg sebenarnya aku inginkan dari kebenaran itu?
Lagi lagi aku mengerti jawabannya, tapi aku tak bisa menjawab.
Aku telah melihat sebuah kesalahan, dan kini aku menemukan kebenaran dari kesalahan itu.
Aku semakin tak mengerti. Aku telah terluka karena adanya kesalahan, namun aku kini lebih terluka setelah mengetahui kebenaran.
Lalu haruskah aku kembali melakukan kesalahan dengan menutupi sebuah kebenaran?
Tapi dengan begitu bukankah itu justru menambah luka?
Dan lagi lagi aku sangat paham jawabannya, tapi aku tak akan pernah dapat menjawab.
Siapakah yg salah dan siapakah yg benar?
Namun kali ini aku dapat menjawab " TAK ADA"
Hanya itu! Dan akan terus seperti itu.
Monday, December 3, 2012
Akhir dari Awal
Melihatmu, mengenalmu, lalu jatuh cinta denganmu. Begitu singkat.
Aku merasa aku telah jatuh cinta. Ya, denganmu, orang yg baru saja ku kenal. Dan tiap harinya membawaku untuk mulai mengetahui semua tentangmu. Bahkan tak tertinggal satu informasi pun untuk lebih bisa mengenalmu. Ya perkenalan kita memang tak secara langsung. Tapi inilah yg malah membawa perasaan kian hari semakin terasa nyata. Pertemuan awal itulah dimana membawa aku semakin terhanyut. Sekilas memang, tapi senyumnya itu seakan melekat dalam pandanganku.
Semakin hari ku merasa semakin dekat denganmu. Entah mengapa dari semua kata" mu membuat ku semakin berharap kedekatan kita tak hanya sampai disini. Tapi apakah kau hanya memberiku harapan kosong? Namun lagi" kata" mu seolah meyakinkanku. Dan kini rasanya aku semakin tersiksa. Kau seperti membawaku dalam permainanmu. Kau memberikan kata kunci yg sulit kutebak. Terlalu rumit untuk memahami hatimu. Namun permainan yg kau buat ini membuatku semakin penasaran. Dan ini malah membuatku semakin ingin tau. Tak tau kenapa aku rasanya malah tambah nekad. Entah keberanian dari mana sehingga membuatku senekad ini. Bahkan akupun tak pernah berpikir bisa seperti ini. Tetapi justru hal ini malah membawa ku pada keadaan yg tak kuinginkan. Ya, sedikit menyesal rasanya. Aku memang ingin tau, namun ini rasanya terlalu cepat untuk mengetahui semuanya. Agak kaget, atau mungkin sedikit menyesakkan. Hmm, tapi ini rasanya bagus jg. Karena jika keadaan ini dibiarkan terlalu lama akan semakin sulit aku menerimanya. Karena mungkin pada saat itu perasaanku ini akan lebih bertambah dalam. Kejujuran memang terkadang menyakitkan, tapi lebih sakit lg jika dibohongi. Setidaknya terima kasih karena kejujurannya. Walau agak menyakitkan, namun ini membuatku lega. Karena aku telah mengetahui segala kepastiannya.
Namun entah mengapa setelah kejadian ini, ada perubahan yg tak kusuka. Keadaan yg ku harap lebih baik malah menjadi aneh. Ya, kau berubah menjadi sosok yg aneh. Kau bukan lg orang yg ku dambakan. Kau pergi tanpa memberi penjelasan. Kau diam seribu bahasa. Membiarkanku dengan begitu banyak pertanyaan, tanpa ada satu pun yg terjawab. Kau meninggalkan rahasia yg tak bisa kupahami. Hanya membiarkanku berpikir tanpa mengetahui apa yg sebenarnya terjadi.
Satu yg kupahami, ini sudah berakhir. Namun inilah akhir kisah. Kisah yg bahkan belum dimulai awalnya. Tapi malah sudah berakhir dengan ketidakjelasan. Dan aku pun tak tahu siapa yg mengawali dan siapa pula yg mengakhiri. Tak ada yg jelas, tak ada yg pasti. Kisah ini pun hilang dalam ketidakpastian. Meninggalkan rahasia yg terkunci rapat.
Sesingkat aku mengenalmu, sesingkat aku jatuh cinta denganmu, sesingkat itu pula keberadaanmu dalam kehidupanku. Kehadiranmu selintas, dan tak akan kembali. Hanya itu yg mampu kupahami.
Aku merasa aku telah jatuh cinta. Ya, denganmu, orang yg baru saja ku kenal. Dan tiap harinya membawaku untuk mulai mengetahui semua tentangmu. Bahkan tak tertinggal satu informasi pun untuk lebih bisa mengenalmu. Ya perkenalan kita memang tak secara langsung. Tapi inilah yg malah membawa perasaan kian hari semakin terasa nyata. Pertemuan awal itulah dimana membawa aku semakin terhanyut. Sekilas memang, tapi senyumnya itu seakan melekat dalam pandanganku.
Semakin hari ku merasa semakin dekat denganmu. Entah mengapa dari semua kata" mu membuat ku semakin berharap kedekatan kita tak hanya sampai disini. Tapi apakah kau hanya memberiku harapan kosong? Namun lagi" kata" mu seolah meyakinkanku. Dan kini rasanya aku semakin tersiksa. Kau seperti membawaku dalam permainanmu. Kau memberikan kata kunci yg sulit kutebak. Terlalu rumit untuk memahami hatimu. Namun permainan yg kau buat ini membuatku semakin penasaran. Dan ini malah membuatku semakin ingin tau. Tak tau kenapa aku rasanya malah tambah nekad. Entah keberanian dari mana sehingga membuatku senekad ini. Bahkan akupun tak pernah berpikir bisa seperti ini. Tetapi justru hal ini malah membawa ku pada keadaan yg tak kuinginkan. Ya, sedikit menyesal rasanya. Aku memang ingin tau, namun ini rasanya terlalu cepat untuk mengetahui semuanya. Agak kaget, atau mungkin sedikit menyesakkan. Hmm, tapi ini rasanya bagus jg. Karena jika keadaan ini dibiarkan terlalu lama akan semakin sulit aku menerimanya. Karena mungkin pada saat itu perasaanku ini akan lebih bertambah dalam. Kejujuran memang terkadang menyakitkan, tapi lebih sakit lg jika dibohongi. Setidaknya terima kasih karena kejujurannya. Walau agak menyakitkan, namun ini membuatku lega. Karena aku telah mengetahui segala kepastiannya.
Namun entah mengapa setelah kejadian ini, ada perubahan yg tak kusuka. Keadaan yg ku harap lebih baik malah menjadi aneh. Ya, kau berubah menjadi sosok yg aneh. Kau bukan lg orang yg ku dambakan. Kau pergi tanpa memberi penjelasan. Kau diam seribu bahasa. Membiarkanku dengan begitu banyak pertanyaan, tanpa ada satu pun yg terjawab. Kau meninggalkan rahasia yg tak bisa kupahami. Hanya membiarkanku berpikir tanpa mengetahui apa yg sebenarnya terjadi.
Satu yg kupahami, ini sudah berakhir. Namun inilah akhir kisah. Kisah yg bahkan belum dimulai awalnya. Tapi malah sudah berakhir dengan ketidakjelasan. Dan aku pun tak tahu siapa yg mengawali dan siapa pula yg mengakhiri. Tak ada yg jelas, tak ada yg pasti. Kisah ini pun hilang dalam ketidakpastian. Meninggalkan rahasia yg terkunci rapat.
Sesingkat aku mengenalmu, sesingkat aku jatuh cinta denganmu, sesingkat itu pula keberadaanmu dalam kehidupanku. Kehadiranmu selintas, dan tak akan kembali. Hanya itu yg mampu kupahami.
Subscribe to:
Posts (Atom)