Mungkin kita sama-sama pernah terluka
Menahan sakit untuk beberapa lama
Perlahan mencoba mengobati hati meski perih kian terasa
Dan akhirnya menyadari semua mungkin sia-sia
Aku ataupun kamu
Kita mungkin punya luka yang sama
Hanya bisa berharap pada waktu
Bahwa nantinya akan mengembalikan kepingan hati utuh seperti semula
Aku menyembuhkan lukamu
Ataukah kamu menyembuhkan lukaku
Kita saling membutukan untuk sekedar menyembuhkan luka lama
Menjaga masing-masing dari kita agar tidak kembali terluka
Tapi apakah keberadaan masing-masing dari kita hanyalah menjadi obat penawar hati yang terluka?
Jika kelak luka itu telah sembuh dan masing-masing dari kita tak lagi membutuhkan atau meninggalkan satu dengan lainnya
Apakah benar tidak lagi ada yg terluka?
Memikirkan ini saja rasanya aku sudah kembali terluka
Ada rasa perih yang kembali menyapa
Apakah kita benar" telah jatuh cinta?
Karena luka mungkin kita tak percaya cinta
Sebelum cinta itu hadir lg kepada kita
Bahkan kini ia datang tanpa sempat terbaca
Dan ia lah yg perlahan membasuh luka
Aku membutuhkanmu
Bukan sekedar untuk penyembuh lukaku
Tapi lebih dari itu
Karena aku mencintaimu
Kita adalah jiwa-jiwa yang pernah terluka
Masa laluku, ataupun masa lalumu simpan saja
Biar itu menjadi bagian dari cerita
Dan kini cerita itu telah mengantarkan kita kepada cinta
Karena kita telah paham akan jiwa yg terluka
Bisakah kita saling percaya dan menjaga
Berjanji takan menggores luka
Karena itu cinta, aku percaya
Bahwa aku, kamu, kita bisa melewati luka, duka dan suka bersama
Friday, May 16, 2014
Friday, February 8, 2013
Perubahan
Di dunia ini tidak ada yg tetap, semuanya akan mengalami perubahan. Sebenarnya banyak sekali yg menginginkan perubahan. Namun banyak pula yg tidak bisa menerima perubahan.
Memang terkadang yg diinginkan bisa saja tak sesuai harapan. Dan yg didapat justru bukanlah yg diinginkan.
Di setiap perubahan pun akan mempengaruhi perubahan yg lainnya. Perubahan selalu terkait dengan waktu.
Tapi benarkah waktu lah yg membuat perubahan? Mungkin saja
Tapi yg masih dipertanyakan, bisakah perubahan itu terjadi pada waktu yg diinginkan?
Entahlah, namun yg pasti perubahan itu adalah sebuah proses, proses itu pasti memerlukan waktu.
Perubahan itu pasti datang, maka tak perlu memintanya datang. Tak bisa diperkirakan dan ditentukan, apalagi dipaksakan. Dan apapun yg telah berubah tak pernah akan kembali ke bentuk semula. Ya karena perubahan tidak akan berubah. Jangan pula menginginkan perubahan bila belum siap menerimanya. Karena ketika perubahan itu datang maka tak ada lg alasan untuk bisa menolaknya.
Dan selamanya perubahan akan terus ada. Hanya perubahan itu lah yg bisa merubah semua.
Memang terkadang yg diinginkan bisa saja tak sesuai harapan. Dan yg didapat justru bukanlah yg diinginkan.
Di setiap perubahan pun akan mempengaruhi perubahan yg lainnya. Perubahan selalu terkait dengan waktu.
Tapi benarkah waktu lah yg membuat perubahan? Mungkin saja
Tapi yg masih dipertanyakan, bisakah perubahan itu terjadi pada waktu yg diinginkan?
Entahlah, namun yg pasti perubahan itu adalah sebuah proses, proses itu pasti memerlukan waktu.
Perubahan itu pasti datang, maka tak perlu memintanya datang. Tak bisa diperkirakan dan ditentukan, apalagi dipaksakan. Dan apapun yg telah berubah tak pernah akan kembali ke bentuk semula. Ya karena perubahan tidak akan berubah. Jangan pula menginginkan perubahan bila belum siap menerimanya. Karena ketika perubahan itu datang maka tak ada lg alasan untuk bisa menolaknya.
Dan selamanya perubahan akan terus ada. Hanya perubahan itu lah yg bisa merubah semua.
Sunday, January 13, 2013
TRUE or FALSE
Entah sejak kapan, tak pernah ku tahu, atau aku tak ingin tahu. Sebenarnya kenapa?
Rasanya aku tahu jawabannya, namun aku tak mampu menjawab. Mungkin bukan tidak mampu, tapi aku justru takut jawabanku itu benar. Tapi apa yg salah dari sebuah kebenaran? Bukankah selama ini kebenaran itu yg aku cari. Lalu kenapa sekarang aku takut jika itu benar?
Namun apakah kebenaran itu selalu benar?
Kali ini aku justru berharap kebenaran itu salah. Lalu untuk apa selama ini aku mencari kebenaran itu? Apa yg sebenarnya aku inginkan dari kebenaran itu?
Lagi lagi aku mengerti jawabannya, tapi aku tak bisa menjawab.
Aku telah melihat sebuah kesalahan, dan kini aku menemukan kebenaran dari kesalahan itu.
Aku semakin tak mengerti. Aku telah terluka karena adanya kesalahan, namun aku kini lebih terluka setelah mengetahui kebenaran.
Lalu haruskah aku kembali melakukan kesalahan dengan menutupi sebuah kebenaran?
Tapi dengan begitu bukankah itu justru menambah luka?
Dan lagi lagi aku sangat paham jawabannya, tapi aku tak akan pernah dapat menjawab.
Siapakah yg salah dan siapakah yg benar?
Namun kali ini aku dapat menjawab " TAK ADA"
Hanya itu! Dan akan terus seperti itu.
Rasanya aku tahu jawabannya, namun aku tak mampu menjawab. Mungkin bukan tidak mampu, tapi aku justru takut jawabanku itu benar. Tapi apa yg salah dari sebuah kebenaran? Bukankah selama ini kebenaran itu yg aku cari. Lalu kenapa sekarang aku takut jika itu benar?
Namun apakah kebenaran itu selalu benar?
Kali ini aku justru berharap kebenaran itu salah. Lalu untuk apa selama ini aku mencari kebenaran itu? Apa yg sebenarnya aku inginkan dari kebenaran itu?
Lagi lagi aku mengerti jawabannya, tapi aku tak bisa menjawab.
Aku telah melihat sebuah kesalahan, dan kini aku menemukan kebenaran dari kesalahan itu.
Aku semakin tak mengerti. Aku telah terluka karena adanya kesalahan, namun aku kini lebih terluka setelah mengetahui kebenaran.
Lalu haruskah aku kembali melakukan kesalahan dengan menutupi sebuah kebenaran?
Tapi dengan begitu bukankah itu justru menambah luka?
Dan lagi lagi aku sangat paham jawabannya, tapi aku tak akan pernah dapat menjawab.
Siapakah yg salah dan siapakah yg benar?
Namun kali ini aku dapat menjawab " TAK ADA"
Hanya itu! Dan akan terus seperti itu.
Monday, December 3, 2012
Akhir dari Awal
Melihatmu, mengenalmu, lalu jatuh cinta denganmu. Begitu singkat.
Aku merasa aku telah jatuh cinta. Ya, denganmu, orang yg baru saja ku kenal. Dan tiap harinya membawaku untuk mulai mengetahui semua tentangmu. Bahkan tak tertinggal satu informasi pun untuk lebih bisa mengenalmu. Ya perkenalan kita memang tak secara langsung. Tapi inilah yg malah membawa perasaan kian hari semakin terasa nyata. Pertemuan awal itulah dimana membawa aku semakin terhanyut. Sekilas memang, tapi senyumnya itu seakan melekat dalam pandanganku.
Semakin hari ku merasa semakin dekat denganmu. Entah mengapa dari semua kata" mu membuat ku semakin berharap kedekatan kita tak hanya sampai disini. Tapi apakah kau hanya memberiku harapan kosong? Namun lagi" kata" mu seolah meyakinkanku. Dan kini rasanya aku semakin tersiksa. Kau seperti membawaku dalam permainanmu. Kau memberikan kata kunci yg sulit kutebak. Terlalu rumit untuk memahami hatimu. Namun permainan yg kau buat ini membuatku semakin penasaran. Dan ini malah membuatku semakin ingin tau. Tak tau kenapa aku rasanya malah tambah nekad. Entah keberanian dari mana sehingga membuatku senekad ini. Bahkan akupun tak pernah berpikir bisa seperti ini. Tetapi justru hal ini malah membawa ku pada keadaan yg tak kuinginkan. Ya, sedikit menyesal rasanya. Aku memang ingin tau, namun ini rasanya terlalu cepat untuk mengetahui semuanya. Agak kaget, atau mungkin sedikit menyesakkan. Hmm, tapi ini rasanya bagus jg. Karena jika keadaan ini dibiarkan terlalu lama akan semakin sulit aku menerimanya. Karena mungkin pada saat itu perasaanku ini akan lebih bertambah dalam. Kejujuran memang terkadang menyakitkan, tapi lebih sakit lg jika dibohongi. Setidaknya terima kasih karena kejujurannya. Walau agak menyakitkan, namun ini membuatku lega. Karena aku telah mengetahui segala kepastiannya.
Namun entah mengapa setelah kejadian ini, ada perubahan yg tak kusuka. Keadaan yg ku harap lebih baik malah menjadi aneh. Ya, kau berubah menjadi sosok yg aneh. Kau bukan lg orang yg ku dambakan. Kau pergi tanpa memberi penjelasan. Kau diam seribu bahasa. Membiarkanku dengan begitu banyak pertanyaan, tanpa ada satu pun yg terjawab. Kau meninggalkan rahasia yg tak bisa kupahami. Hanya membiarkanku berpikir tanpa mengetahui apa yg sebenarnya terjadi.
Satu yg kupahami, ini sudah berakhir. Namun inilah akhir kisah. Kisah yg bahkan belum dimulai awalnya. Tapi malah sudah berakhir dengan ketidakjelasan. Dan aku pun tak tahu siapa yg mengawali dan siapa pula yg mengakhiri. Tak ada yg jelas, tak ada yg pasti. Kisah ini pun hilang dalam ketidakpastian. Meninggalkan rahasia yg terkunci rapat.
Sesingkat aku mengenalmu, sesingkat aku jatuh cinta denganmu, sesingkat itu pula keberadaanmu dalam kehidupanku. Kehadiranmu selintas, dan tak akan kembali. Hanya itu yg mampu kupahami.
Aku merasa aku telah jatuh cinta. Ya, denganmu, orang yg baru saja ku kenal. Dan tiap harinya membawaku untuk mulai mengetahui semua tentangmu. Bahkan tak tertinggal satu informasi pun untuk lebih bisa mengenalmu. Ya perkenalan kita memang tak secara langsung. Tapi inilah yg malah membawa perasaan kian hari semakin terasa nyata. Pertemuan awal itulah dimana membawa aku semakin terhanyut. Sekilas memang, tapi senyumnya itu seakan melekat dalam pandanganku.
Semakin hari ku merasa semakin dekat denganmu. Entah mengapa dari semua kata" mu membuat ku semakin berharap kedekatan kita tak hanya sampai disini. Tapi apakah kau hanya memberiku harapan kosong? Namun lagi" kata" mu seolah meyakinkanku. Dan kini rasanya aku semakin tersiksa. Kau seperti membawaku dalam permainanmu. Kau memberikan kata kunci yg sulit kutebak. Terlalu rumit untuk memahami hatimu. Namun permainan yg kau buat ini membuatku semakin penasaran. Dan ini malah membuatku semakin ingin tau. Tak tau kenapa aku rasanya malah tambah nekad. Entah keberanian dari mana sehingga membuatku senekad ini. Bahkan akupun tak pernah berpikir bisa seperti ini. Tetapi justru hal ini malah membawa ku pada keadaan yg tak kuinginkan. Ya, sedikit menyesal rasanya. Aku memang ingin tau, namun ini rasanya terlalu cepat untuk mengetahui semuanya. Agak kaget, atau mungkin sedikit menyesakkan. Hmm, tapi ini rasanya bagus jg. Karena jika keadaan ini dibiarkan terlalu lama akan semakin sulit aku menerimanya. Karena mungkin pada saat itu perasaanku ini akan lebih bertambah dalam. Kejujuran memang terkadang menyakitkan, tapi lebih sakit lg jika dibohongi. Setidaknya terima kasih karena kejujurannya. Walau agak menyakitkan, namun ini membuatku lega. Karena aku telah mengetahui segala kepastiannya.
Namun entah mengapa setelah kejadian ini, ada perubahan yg tak kusuka. Keadaan yg ku harap lebih baik malah menjadi aneh. Ya, kau berubah menjadi sosok yg aneh. Kau bukan lg orang yg ku dambakan. Kau pergi tanpa memberi penjelasan. Kau diam seribu bahasa. Membiarkanku dengan begitu banyak pertanyaan, tanpa ada satu pun yg terjawab. Kau meninggalkan rahasia yg tak bisa kupahami. Hanya membiarkanku berpikir tanpa mengetahui apa yg sebenarnya terjadi.
Satu yg kupahami, ini sudah berakhir. Namun inilah akhir kisah. Kisah yg bahkan belum dimulai awalnya. Tapi malah sudah berakhir dengan ketidakjelasan. Dan aku pun tak tahu siapa yg mengawali dan siapa pula yg mengakhiri. Tak ada yg jelas, tak ada yg pasti. Kisah ini pun hilang dalam ketidakpastian. Meninggalkan rahasia yg terkunci rapat.
Sesingkat aku mengenalmu, sesingkat aku jatuh cinta denganmu, sesingkat itu pula keberadaanmu dalam kehidupanku. Kehadiranmu selintas, dan tak akan kembali. Hanya itu yg mampu kupahami.
Tuesday, November 13, 2012
Could it be LOVE ????
Semua berawal dari hari pertama aku menginjakan kaki disana. Entah mengapa pandangan ku tertuju pada satu sosok pria dengan wajah dingin dan tatapan tajam namun ada kelembutan disana. Seperti ada magnet yg menarik ku untuk terus memperhatikannya. Ya bisa dikategorikan cukup tampan, tapi bukan itu. Rasanya ada sesuatu yg beda dari dirinya, entah apa. Saat itu aku mencoba memperhatikan satu persatu orang yg ada di depanku. Tapi cuma dia, ya dia seolah menarik bagai magnet yg sangat kuat, membuat seluruh pandanganku hanya terfokus padanya. Mereka pun mulai memperkenalkan diri kepada kami semua. Dan ku dengar dia pun menyebutkan namanya. Nama itu sekilas terngiang di telingaku. Tapi entah karena sebab apa, sepotong nama itu malah terlupakan. Sungguh dia telah membuat ku begitu terhipnotis, bahkan rasanya otak ku tak mampu berpikir dan mengingat.
Malam harinya, tanpa disadari aku mulai memikirkannya. Sosok pria berwajah dingin itu tiba" muncul dalam pikiranku. Aku bahkan masih ingat tatapan matanya. Tapi aneh, kenapa aku justru tak bisa mengingat namanya. Begitu pun malam-malam berikutnya. Sosok pria itu tak henti-hentinya merasuki pikiranku.
Beberapa hari kemudian entah itu hanya kebetulan atau memang bagian dari rencana Tuhan, aku pun kembali melihatnya. Dan lagi" aku tak dapat menahan pandanganku untuk tak memperhatikannya. Setiap bagian dari dirinya terlihat begitu menarik. Hanya sekilas memang, tapi tak sulit bagiku untuk mengenali dirinya. Yg aku sayangkan aku masih tidak dapat mengingat namanya.
Hari berikutnya aku mulai sering melihatnya. Walaupun dari kejauhan, aku dapat memastikan itu dia. Seakan aku memiliki radar yg bisa mendeteksi keberadaan dirinya. Bahkan walau hanya sekilas dengan jarak cukup jauh pun aku selalu mengenali sosoknya. Dan setiap kali dan semakin sering aku melihatnya rasanya jantungku terasa berdegub dengan kencang, seakan kupu" beterbangan di dalam perut, seolah langit mendung telah menghilang dan menampakan pelangi yg indah. Semakin hari jg perasaan ini semakin tak menentu. Dan ini semakin aneh karena perasaan ini justru tertuju pada sosok yg baru saja aku kenal yg bahkan sampai saat ini aku belum tau namanya. Sangat aneh bukan.
Namun apakah ini yg disebut cinta pandangan pertama? Benarkah demikian?
Entah lah, karena aku pun sulit untuk mendeskripsikannya. Yg jelas ini lah yg sedang aku rasakan, yg selama ini berkecamuk di hati dan pikiran ku. Tapi sungguh ini rasanya sangat menarik sekali. Dan aku pun mencoba menikmati perasaan ini, membiarkannya mengalir tanpa tau kemana arus akan membawanya.
Malam harinya, tanpa disadari aku mulai memikirkannya. Sosok pria berwajah dingin itu tiba" muncul dalam pikiranku. Aku bahkan masih ingat tatapan matanya. Tapi aneh, kenapa aku justru tak bisa mengingat namanya. Begitu pun malam-malam berikutnya. Sosok pria itu tak henti-hentinya merasuki pikiranku.
Beberapa hari kemudian entah itu hanya kebetulan atau memang bagian dari rencana Tuhan, aku pun kembali melihatnya. Dan lagi" aku tak dapat menahan pandanganku untuk tak memperhatikannya. Setiap bagian dari dirinya terlihat begitu menarik. Hanya sekilas memang, tapi tak sulit bagiku untuk mengenali dirinya. Yg aku sayangkan aku masih tidak dapat mengingat namanya.
Hari berikutnya aku mulai sering melihatnya. Walaupun dari kejauhan, aku dapat memastikan itu dia. Seakan aku memiliki radar yg bisa mendeteksi keberadaan dirinya. Bahkan walau hanya sekilas dengan jarak cukup jauh pun aku selalu mengenali sosoknya. Dan setiap kali dan semakin sering aku melihatnya rasanya jantungku terasa berdegub dengan kencang, seakan kupu" beterbangan di dalam perut, seolah langit mendung telah menghilang dan menampakan pelangi yg indah. Semakin hari jg perasaan ini semakin tak menentu. Dan ini semakin aneh karena perasaan ini justru tertuju pada sosok yg baru saja aku kenal yg bahkan sampai saat ini aku belum tau namanya. Sangat aneh bukan.
Namun apakah ini yg disebut cinta pandangan pertama? Benarkah demikian?
Entah lah, karena aku pun sulit untuk mendeskripsikannya. Yg jelas ini lah yg sedang aku rasakan, yg selama ini berkecamuk di hati dan pikiran ku. Tapi sungguh ini rasanya sangat menarik sekali. Dan aku pun mencoba menikmati perasaan ini, membiarkannya mengalir tanpa tau kemana arus akan membawanya.
Monday, November 12, 2012
Berpikir Positif
Pernahkah merasa dimana kita benar-benar menginginkan sesuatu dan ingin sekali mendapatkan itu tapi sangat sulit bahkan akhirnya kita tak mendapatkannya. Sekuat apapun kita berusaha, namun sangat sulit. Namun banyak yg bilang bahwa di dunia ini tidak ada yg tak mungkin. Tapi kembali lagi, bahwa yg membuat sesuatu mungkin atau tidaknya itu adalah Tuhan. Dia lah yg berkuasa atas segalanya. Sekuat apa pun usaha kita, sesering apapun kita berdoa, kalau memang Tuhan tidak mengijinkan maka tak akan bisa.
Kita mungkin akan kecewa atau bahkan merasa Tuhan itu tidak adil. Tapi yg perlu kita tau, bahwa yg Tuhan berikan atau tentukan untuk kita sudah pasti tepat dan baik untuk kita. Namun kita lah yg sering menyangkal semuanya. Kita merasa bahwa yg kita pilih adalah yg baik untuk kita. Kadang kita pun serakah bahkan egois dengan berharap semua yg kita inginkan bisa dan harus kita dapatkan. Kita tidak pernah berpikir bahwa Tuhan sebenarnya telah mengatur semuanya. Kita pun malah marah, benci, sedih dan kecewa bila keinginan kita tidak bisa tercapai. Tanpa pernah berpikir bahwa Tuhan sesungguhnya telah mempersiapkan sesuatu yg lain yg lebih baik untuk kita. Karena Tuhan telah merencakan semuanya, dan tidak akan pernah ada kesalahan dalam setiap perencanaannya. Namun yg salah adalah kita yg tak pernah menyadarinya, kita yg tak pernah bersyukur. Ya karena kita selalu menginginkan yg lebih, mengharapkan yg sempurna, mendambakan yg indah, tanpa mau menerima apa yg ada.
Maka dari itu cobalah untuk mensyukuri apapun yg kita dapat, baik maupun buruknya. Yakinlah bahwa hanya Tuhan lah yg memiliki kesempurnaan. Percayalah bahwa tak harus mendapatkan yg sempurna jika ingin bahagia, karena yg sederhana pun cukup bahkan terasa lebih indah bila kita mensyukuri dan ikhlas menerimanya. Insya allah. Pasti!!
o-(^o^)-o
Kita mungkin akan kecewa atau bahkan merasa Tuhan itu tidak adil. Tapi yg perlu kita tau, bahwa yg Tuhan berikan atau tentukan untuk kita sudah pasti tepat dan baik untuk kita. Namun kita lah yg sering menyangkal semuanya. Kita merasa bahwa yg kita pilih adalah yg baik untuk kita. Kadang kita pun serakah bahkan egois dengan berharap semua yg kita inginkan bisa dan harus kita dapatkan. Kita tidak pernah berpikir bahwa Tuhan sebenarnya telah mengatur semuanya. Kita pun malah marah, benci, sedih dan kecewa bila keinginan kita tidak bisa tercapai. Tanpa pernah berpikir bahwa Tuhan sesungguhnya telah mempersiapkan sesuatu yg lain yg lebih baik untuk kita. Karena Tuhan telah merencakan semuanya, dan tidak akan pernah ada kesalahan dalam setiap perencanaannya. Namun yg salah adalah kita yg tak pernah menyadarinya, kita yg tak pernah bersyukur. Ya karena kita selalu menginginkan yg lebih, mengharapkan yg sempurna, mendambakan yg indah, tanpa mau menerima apa yg ada.
Maka dari itu cobalah untuk mensyukuri apapun yg kita dapat, baik maupun buruknya. Yakinlah bahwa hanya Tuhan lah yg memiliki kesempurnaan. Percayalah bahwa tak harus mendapatkan yg sempurna jika ingin bahagia, karena yg sederhana pun cukup bahkan terasa lebih indah bila kita mensyukuri dan ikhlas menerimanya. Insya allah. Pasti!!
o-(^o^)-o
Saturday, September 1, 2012
Indahnya Bersyukur
Hidup itu terlalu singkat jika hanya untuk diisi dengan penyesalan. Jika kita membandingkan dengan orang lain jelas berbeda. Karena Allah emang udah menciptakan dengan jalan hidupnya masing". Intinya gimana cara kita bersyukur ajalah. Coba untuk menunduk dan melihat ke bawah terlebih dahulu. Rasanya sangat sombong bukan kalo kita ga bersyukur.
Jika kita merasa tidak sempurna, emang bener lah manusia emang ga ada yg sempurna. Tapi kita harus bersyukur karena malah ada yg lebih tidak sempurna.
Jika kita beranggapan kita tak mampu, malah lebih banyak yg lebih susah.
Jika kita merasa kekurangan, malah banyak yg tak memiliki apa".
Jika kita tidak bahagia, malah lebih banyak yg lebih sengsara.
Ya manusia memang tidak pernah merasa cukup, dan selalu menginginkan lebih dan lebih lagi.
Itulah nikmatnya kalo kita selalu memandang ke bawah. Kita akan jadi lebih bersyukur dengan apa yg kita miliki. Tapi bukan berarti kita ga boleh memandang ke atas. Boleh saja tentunya, namun saat kita memandang ke atas maka kita jangan sampai merasa bahwa Allah tidak adil kepada kita. Saat kita melihat ke atas coba lah berpikir untuk mengambil hal yg positif. Contohnya kita harus bisa lebih termotivasi untuk lebih baik lagi, atau mungkin berusaha supaya kelak kita bisa mencapai seperti yg diinginkan.
Namun percayalah, kebahagian itu tak terukur dari materi atau gemilang kekayaan. Justru bahagia itu kita sendiri yg menciptakan. Jika ada orang kaya yg bahagia karena ia bisa membeli barang" mewah, itu bukan lah bahagia yg sebenarnya. Namun itu hanyalah rasa kepuasaan semata. Ya karena manusia diciptakan dengan memiliki nafsu. Belum tentu orang yg bergelimang kekayaan lebih bahagia dari orang yg sederhana atau bahkan kurang mampu.
Kebahagiaan itu apabila kita bisa mensyukuri setiap apa yg telah kita miliki. Tak perlu mencari yg sempurna bila kesederhanaan saja bisa membuat kita lebih bahagia. Coba lah lebih beryukur dengan apa yg telah kita miliki. Berusaha untuk mendapatkan yg lebih baik memang tidak salah, namun jangan sampai kita lupa diri.
Alhamdulillah saya pun merasa bersyukur masih memiliki kedua orangtua dan keluarga yg lengkap. Dengan mereka lah saya merasa bahagia. Tinggal di satu rumah yg sangat nyaman, bahkan hotel berbintang pun tak mampu mengalahkan kenyamanan saat berada di rumah sendiri dengan keluarga.
Uang memang segalanya, namun percayalah uang tidak mampu membeli segalanya, terutama " Kebahagiaan dan Rasa nyaman".
Jika kita merasa tidak sempurna, emang bener lah manusia emang ga ada yg sempurna. Tapi kita harus bersyukur karena malah ada yg lebih tidak sempurna.
Jika kita beranggapan kita tak mampu, malah lebih banyak yg lebih susah.
Jika kita merasa kekurangan, malah banyak yg tak memiliki apa".
Jika kita tidak bahagia, malah lebih banyak yg lebih sengsara.
Ya manusia memang tidak pernah merasa cukup, dan selalu menginginkan lebih dan lebih lagi.
Itulah nikmatnya kalo kita selalu memandang ke bawah. Kita akan jadi lebih bersyukur dengan apa yg kita miliki. Tapi bukan berarti kita ga boleh memandang ke atas. Boleh saja tentunya, namun saat kita memandang ke atas maka kita jangan sampai merasa bahwa Allah tidak adil kepada kita. Saat kita melihat ke atas coba lah berpikir untuk mengambil hal yg positif. Contohnya kita harus bisa lebih termotivasi untuk lebih baik lagi, atau mungkin berusaha supaya kelak kita bisa mencapai seperti yg diinginkan.
Namun percayalah, kebahagian itu tak terukur dari materi atau gemilang kekayaan. Justru bahagia itu kita sendiri yg menciptakan. Jika ada orang kaya yg bahagia karena ia bisa membeli barang" mewah, itu bukan lah bahagia yg sebenarnya. Namun itu hanyalah rasa kepuasaan semata. Ya karena manusia diciptakan dengan memiliki nafsu. Belum tentu orang yg bergelimang kekayaan lebih bahagia dari orang yg sederhana atau bahkan kurang mampu.
Kebahagiaan itu apabila kita bisa mensyukuri setiap apa yg telah kita miliki. Tak perlu mencari yg sempurna bila kesederhanaan saja bisa membuat kita lebih bahagia. Coba lah lebih beryukur dengan apa yg telah kita miliki. Berusaha untuk mendapatkan yg lebih baik memang tidak salah, namun jangan sampai kita lupa diri.
Alhamdulillah saya pun merasa bersyukur masih memiliki kedua orangtua dan keluarga yg lengkap. Dengan mereka lah saya merasa bahagia. Tinggal di satu rumah yg sangat nyaman, bahkan hotel berbintang pun tak mampu mengalahkan kenyamanan saat berada di rumah sendiri dengan keluarga.
Uang memang segalanya, namun percayalah uang tidak mampu membeli segalanya, terutama " Kebahagiaan dan Rasa nyaman".
Subscribe to:
Posts (Atom)